Jakarta
- Temu Generasi Muda Khonghucu (TGMK) Tahun 2026 resmi dibuka pada Sabtu 22
Agustus 2026 di Hotel Hariston, Jakarta. Kegiatan yang mempertemukan 125 orang generasi
muda Khonghucu dari berbagai daerah di Indonesia, diantaranya dari Provinsi
Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Bali, Jambi, dan
Sulawesi Utara. Moment ini menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan,
memperluas wawasan, serta mempersiapkan generasi muda Khonghucu menghadapi
berbagai tantangan zaman dan mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia Emas
2045.
Mengusung
tema “Kesiapan Generasi Muda Khonghucu Menyongsong 100 Tahun Indonesia”,
kegiatan ini menjadi momentum penting bagi generasi muda untuk tidak hanya
berbicara mengenai masa depan, tetapi juga mempersiapkan diri menjadi bagian
dari masa depan tersebut. Temu Generasi Muda Khonghucu menjadi ruang bagi
peserta untuk belajar, bertukar gagasan, membangun jejaring, serta menggali
kembali nilai-nilai agama Khonghucu sebagai landasan dalam kehidupan
bermasyarakat dan berbangsa.
Kegiatan
ini dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia,
Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. yang
menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan wajah
Indonesia pada masa mendatang. Ia menegaskan bahwa generasi muda perlu
mempersiapkan diri dengan kekuatan spiritual, fisik, intelektual, dan
kepemimpinan agar mampu menghadapi perubahan serta berkontribusi bagi bangsa.
“Kalau
kita berbicara Indonesia 100 tahun, Indonesia 2045, 19 tahun ke depan, wajah
Indonesia itu kalianlah yang menentukan,” ujar Prof. Abdul Mu’ti.
Menurutnya,
perkembangan zaman menuntut generasi muda untuk menjadi pembelajar sepanjang
hayat. Kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk teknologi
digital dan kecerdasan artifisial, perlu diiringi dengan karakter dan kemampuan
untuk terus belajar. Generasi muda tidak cukup hanya memiliki pengetahuan dan
keterampilan, tetapi juga harus memiliki fondasi nilai yang kuat.
Pesan
tersebut sejalan dengan semangat agama Khonghucu yang menempatkan pembinaan
diri sebagai bagian penting dalam kehidupan manusia. Pembelajaran tidak
berhenti pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga diarahkan pada
pembentukan pribadi yang memiliki kebajikan, tanggung jawab, dan kepedulian
terhadap sesama.
Dalam kesempatan tersebut Ketua Dewan Pengurus Nasional Pemuda Agama Khonghucu Indonesia (DPN PAKIN) Dq. Aristya Angga Susanto juga menegaskan bahwa pemuda Khonghucu tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah perubahan zaman. Generasi muda harus berani mengambil bagian dalam perubahan dengan tetap menjaga jati diri dan nilai-nilai luhur yang diwariskan.
“Sebab itu, Pemuda Khonghucu tidak boleh hanya menjadi penonton dari perubahan. Kita harus menjadi bagian dari perubahan itu sendiri. Namun, menjadi bagian dari perubahan bukan berarti kita harus kehilangan jati diri. Justru di tengah perubahan zaman, nilai-nilai yang kita miliki menjadi semakin penting. Nilai Kebajikan, integritas, tanggung jawab, rasa hormat, kepedulian terhadap sesama, serta kemampuan untuk terus belajar dan memperbaiki diri adalah nilai yang tidak pernah kehilangan relevansinya. Saya berharap generasi muda Khonghucu dapat menjadi generasi yang modern tanpa kehilangan akar, kritis tanpa kehilangan kesantunan, berani tanpa kehilangan kebijaksanaan, dan memiliki cita-cita besar tanpa melupakan tanggung jawab.” Tutur Aristya.
Sementara
itu Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) – Xs. Budi S.
Tanuwibowo menyoroti dengan bangga akan kehadiran seluruh peserta TGMK yang
hadir dari berbagai penjuru Indonesia
“Saya
merasa bangga, hari ini lilin - lilin penerus terang ajaran Khonghucu hadir
dari berbagai penjuru di Indonesia dan bergabung dalam Temu Generasi Muda
Khonghucu (TGMK). Ruang temu ini dibentuk dan diselenggarakan agar Generasi
Muda Khonghucu mempunyai kesempatan yang lebih luas untuk saling mengenal,
saling bertukar pikiran dan saling belajar memperluas horizon, serta membangun
solidaritas kebangsaan, kemanusiaan. Generasi muda adalah bagian penting dari
perjalanan sebuah bangsa, bahkan kemanusiaan. Masa depan Indonesia dan dunia
tidak hanya ditentukan oleh apa yang kita lakukan hari ini, tetapi juga oleh
bagaimana kita mempersiapkan generasi yang akan melanjutkan perjuangan bangsa
dan kemanusiaan di masa yang akan datang.” Ucap Budi
Temu
Generasi Muda Khonghucu diselenggarakan pada tanggal 22 – 23 Agustus 2026, usai
sambutan dan opening ceremony yang dibuka oleh Menteri
Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.
kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan dari Narasumber yang hadir pada hari
pertama yakni Agen Madya Deputi III Badan Intelijen Negara (BIN) - RM Pampa
Nayaka Wira Palapa, Tenaga Profesional Bidang Ekonomi Lemhannas RI - Dr. Ending
Fadjar, S.E., M.A., salah satu keturunan Nabi Agung Kongzi – Prof. Kong Wei
Qin, Dr. Novi Basuki, S.Sos., M.A., serta pada hari kedua diisi oleh Dr. Yudi
Latief, M.A. dan Marsekal Muda Tentara Nasional Indonesia - Dr. Budhi Achmadi, M.Sc.
Selama
2 hari, peserta TGMK diberikan kesempatan untuk berdiskusi, mengutarakan
pikiran serta Membangun kebersamaan. Dengan Pembekalan dari Narasumber yang
luarbiasa, generasi muda Khonghucu
diharapkan mampu menjadi bagian dari generasi yang mempersiapkan dan menentukan
wajah Indonesia menuju satu abad Kemerdekaan.